Jurnalisme Multimedia

Foto saya
Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia

Jumat, 06 September 2019

Cerpen Bulan Muharram (by X MIPA 3)


Aku  saya
 Bulan Muharram

P
agi itu aku terbangun karena lantunan adzan subuh yang sangat merdu. Mataku masih mengantuk, tapi tetap kucoba untuk bangun dan bersiap-siap untuk shalat. Setelah itu, aku bersiap-siap berangkat sekolah dan melaksanakan kewajibanku di sekolah tercinta,  SMA-IT Qardhan Hasana.

Aku bersama teman-temanku yang lain melaksanakan kegiatan rutin kami hingga masuk waktu dhuha. Pada saat itu kebetulan kami sedang halangan (haid) sehingga tidak bisa ikut sholat dhuha. Kami beristirahat lebih dahulu sementara yang lain melaksanakan sholat dhuha, artinya kami lebih dulu memasuki waktu yang paling berbahaya dari waktu-waktu yang lain di sekolah. Ya! Waktu istirahat adalah waktu paling berbahaya di sekolah, karena saat waktu istirahat tiba kami memiliki banyak kesempatan melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT, yaitu Ghibah atau Gosip.

Tak terasa karena asik mengghibah waktu istirahat ternyata telah berakhir. Kemudian kami kembali ke kelas dengan menaiki tangga. Tepat saat menaiki tangga ada beberapa siswa yang sedang membahas ceramah pada saat sholat dhuha tadi. “Ceramahnya tadi bagus ya” kata seorang siswa ke teman-temannya, “Ya! Ceramah tentang tahun baru islam kan?” balas temannya, “Resolusiku sih, buat tahun depan, semoga bisa menghapalkan 3 juz Al-Qur’an, juga merubah sifat menjadi lebih baik, dan semoga dosa-dosaku di tahun ini di ampuni” kata seorang siswa lainnya.
           
Tiba-tiba pikiran aku terdiam, memikirkan kata-kata para siswa itu, bahkan sampai pulang sekolah. Bagaimana tidak, aku terpikir tentang dosa-dosaku yang telah lalu. Saat itu, tepat sebelum tanggal 1 Muharram, saat melaksanakan sholat magrib, aku meminta ampun kepada Allah atas semua dosa-dosaku. Suasana terasa berbeda dari biasanya, sangat hening dan tenang, aku merasa seperti sangat dekat dengan Allah SWT.
           
Aku takut dan senang disaat yang bersamaan, takut akan siksaan Allah, dan senang atas berkah dan rahmat Allah yang telah diberikan kepadaku. Pada saat sujud aku berdoa di dalam hati “Semoga aku tetap bisa merasakan rasa ini lagi dan dapat berjumpa lagi dengan bulan Muharram ini dengan iman ini yang tetap di hati.”




Editor: Ahmad Syakir Hadani

Kamis, 05 September 2019

Islamic New Year (1 Muharram 1441 H)


Bulan Muharram
by: X MIPA 2

Islamic New Year 1441 Hijriah
Islamic New Year

Saat ini kita memasuki bulan Muharram yang jatuh pada hari Minggu, 01 September 2019. Bagi kita, barangkali tahun baru ini tidak seberapa berkesan karena negara kita tidak menggunakan kalender Hijriah, tetapi Masehi. Akan tetapi sebagai seorang muslim kita perlu untuk sejenak menghayati beberapa hal yang terkait dengan penanggalan Islam ini.

Beberapa hal yang seharusnya kita jadikan renungan :
1. Syukur atas Usia yang diberikan Allah
Umur merupakan nikmat Allah yang jarang  kita syukuri. Betapa banyak orang yang kita kenal tahun lalu masih hidup bersama kita, namun tahun ini dia telah tiada. Dia telah wafat, menghadap Allah SWT dengan membawa amal shalehnya dan mempertanggungjawabkan kesalahannya. Sementara kita saat ini masih diberi Allah kesempatan untuk bertaubat, memperbaiki kesalahan yang kita perbuat, menambah amal shaleh sebagai bekal menghadap Allah.

2. Muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar.
Muhasabah merupakan hal yang penting dilakukan setiap muslim. Disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shaleh. Apa yang sudah kita lakukan sebagai bentuk amal shaleh? Atau hanya mengbuang – buang waktu untuk hal yang tidak berguna.

3. Mengenang Hijrah Rasulullah saw
Sebenarnya dalam kitab Tarikh Ibnu Hisyam dinyatakan bahwa keberangkatan hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah adalah pada akhir bulan Shafar, dan tiba di Madinah pada awal bulan Rabiul Awal. Jadi bukan pada tanggal 1 Muharram sebagaimana anggapan sebagian orang. Sedangkan penetapan Bulan Muharram sebagai awal bulan dalam kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah pada zaman Khalifah Umar bin Khatthab ra tatkala mencanangkan penanggalan Islam.

4. Kalender Hijriyah adalah Kalender Ibadah kita
Barangkali kita tidak memperhatikan bahwa ibadah yang kita lakukan seringkali berkait erat dengan penanggalan Hijriyah. Akan tetapi, hari yang istimewa bagi kebanyakan dari kita bukan hari Jum'at, melainkan hari Minggu. Karena kalender yang kita pakai adalah Kalender Masehi. Sekedar mengingatkan, hari Minggu adalah hari ibadah orang-orang Nasrani. Sementara Rasulullah saw menyatakan bahwa hari jum'at adalah sayyidul ayyam (hari yang utama diantara hari yang lain).


Editor: Aulia Rahmah

Selasa, 03 September 2019

Ketua OSQHA SMA IT Qardhan Hasana


Tahun Baru Pemimpin Baru
Ketua OSQHA SMA IT Qardhan Hasana Periode 2019/2020


Ketua OSQHA Periode 2019/2020
Ketua OSQHA Periode 2019/2020
Pemilihan Ketua OSQHA Periode 2019/2020
Pemilihan Ketua OSQHA Periode 2019/2020
Banjarbaru- Putri Nabila Hafsary (16) yang kerap disapa Lala ini terpilih menjadi ketua OSQHA (Osis Qardhan Hasana) pada sabtu (24/08/2019) lalu. Ketika ditanya bagaimana perasaan Lala saat terpilih, dia menuturkan, “Saya tidak menyangka terpilih sebagai ketua OSQHA periode 2019/2020, karena target saya mau ikut OSQHA pada kelas XI periode 2020/2021. Rencananya pada kelas X ini saya hanya berniat fokus pada ekstrakulikuler saja, tetapi karena ditunjuk dan ini juga minat saya, jadi saya mencoba memulainya dengan bismillah, hehe J.”

Lala yang merupakan perwakilan calon ketua OSQHA perempuan dari kelas X MIPA 1 ini tidak hanya bersaing dengan teman satu angkatannya saja, Said Fiqri Al-Firdaus (X MIPA 3)  dan Fahriza Yusufa (X MIPA 1), tetapi juga bersaing dengan kakak kelasnya, Elysa Aiza Putri (XI MIPA 1) dan Salman Abdurrazaq Djatmiko (XI MIPA 2) untuk memperoleh hasil suara terbanyak.

Siswi kelas X MIPA 1 ini juga menuturkan bahwa “Sebenarnya saya pusing memikirkan visi misi untuk menjadi ketua OSQHA karena pemberitahuannya yang sangat mendadak, sedangkan  saya pada saat itu sedang sakit dan hampir memutuskan untuk mengundurkan diri. Namun, saya terus melangkah maju karena dorongan dan semangat yang luar biasa dari teman-teman hingga akhirnya terangkailah kata-kata untuk visi dan misi ketua OSQHA.”

Visi dan Misi Ketua OSQHA:

Visi
Menjadikan lingkungan SMA IT Qardhan Hasana yang nyaman dan harmonis, disertai siswa yang aktif dan berprestasi di bidang akademik dan non akademik

Misi
1.     Meningkatkan kesadaran siswa mengenai kebersihan sekolah
2.     Mengembangkan kegiatan ekstrakulikuler yang menambah erat hubungan antar siswa
3.     Membentuk program-program belajar untuk meningkatkan prestasi siswa
4.     Bersama-sama meraih gelar sekolah adiwiyata dan mempertahankannya
5.     Melandasi sikap berani bertindak serta berani bersuara menurut syariat islam

 Lala bersyukur karena berdasarkan hasil voting hampir setengah suara memilih mempercayakannya sebagai ketua OSQHA periode 2019/2020. Siswi dengan moto “Bahkan daun yang jatuh pun tak pernah membenci angin” ini berharap agar sekolah SMA IT Qardhan Hasana lebih maju dan berprestasi menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas. 
                                                                                                     

Writer: Zahira Nazwa

Juara 1 PIK-R SMA IT Qardhan Hasana

Team PIK-R SMA-IT Qardhan Hasana Mendapat Juara 1 d alam Pentas Seni Salam Gendre Anggota PIK-R SMA IT Qardhan Hasana  Banjarbaru...